How to introduce ourselves in German Language ?
Mein Name ist Shisi , Ich habe eine große Famili. Meine Vater heißt Saefu Rohman. Mein Mutter ist Nining Sumarni. Mein jüngerer Bruder heißt Fardan und Hanif. Ich habe viele Cousinen, Sie sind Ghina, Inggit, Dewi, Okta, und Gita. Das ist alles. Danke schön für Aufmerksamkeit und Aufwiedersehen.
( Nama saya shisi, saya berasal dari keluarga besar. Ayah saya bernama Saefu Rohman.Ibu saya bernama Nining Sumarni. Adik laki-laki saya Fardan dan Hanif. Saya memiliki banyak sepupu, Mereka adalah Ghina, Inggit, Dewi, Okta, dan Gita. Cukup sekian dan terima kasih atas perhatiannya dan sampai jumpa. )
Greeting and Expression
A. Grüße (salam)
1. Guten Morgen ( selamat pagi.)
2. Guten Tag ( selamat siang. )
3. Guten Abend ( selamat malam.)
4. Guten Nacht ( selamat tidur. )
5. Guten Appetit (selamat makan )
6. Herzlich wilkommen. (selamat datang. )
7. Hallo ( Halo)
8. Wie geht es Ihnen ? ( Apa kabar ? )
Sekilas Mengenai Tata Bahasa
Dalam bahasa Jerman dikenal dengan 4 kasus, yaitu normatif,akusatif, datif,dan genetif. Personalpronomen dalam bentuk nominatif dikenal dengan subjek, akusatif (objek penderita), datif (objek penyerta),dan genetif (kepemilikan ).
berikut ini contoh kalimat dalam beberapakaus.
1. Nominatif
a. Du bist sehr klug.
( kamu pintar sekali.)
b. Er ist ein Student
( Dia ( laki-laki) adalah seorang mahasiswa.)
2. Akusatif
a. Ich liebe dich
( Saya Sayang kamu.)
b. Ich kenne Sie
( saya kenal anda)
3. Datif
Ich frage Sinta, aber sie anworter mir nicht.
( Saya bertanaya kepada sinta, tapi sinta tidak menjawabku)
4. Genetif
Mein Geld ist verloren (uang saya hilang)
suatu ketika hujan turun begitu deras membasahi permukaan bumi ini, dingin namun terasa nikmat tuhan yang amat luar biasa terasa. memandang jauh dari balik jendela entah apa yang ku pandang dan apa yang ku pikirkan, di umur 6 tahun itu just enjoy your life with play no matter what your problems cause you dont have problem, right ? ahaha.. bahagia, sebenarnya apa yang dimaksud dengan bahagia dan kebahagiaan itu ? apakah dengan tertawa terbahak-bahak bisa dikatakan dengan bahagia ? dan apa yang dimaksud dengan kesedihan ? apakah disaat menangis dinamakan kesedihan ?. tak bisa menjawab kala diriku yang dulu masih berumur 6 tahun, membedakan yang hak dan yang batil pun masih dalam tahap belajar, namun entah kenapa pertanyaan itu seakan muncul dalam pikiranku saat itu, dan tak menemukan jawabannya pada saat itu pula.
bumi terus berputar, waktu pun terus berjalan, tak ada yang tahu kuota umur seseorang akan habis sampai kapan, bersyukurnya diriku yang masih diberikan umur serta kesehatan oleh tuhan, hingga kini aku beranjak remaja. setiap momen kehidupan selalu ku coba untuk menyimpannya di dalam pikiran ku, entah itu momen yang baik ataupun buruk, bagiku keduannya adalah pelajaran untuk menjadi lebih baik. oh gosh.. selama perjalanan menuju remaja dan akan ke dewasa banyak sekali godaan yang menghampiri, kegagalan pun tak pernah luput dialami oleh ku. keluarga,persahabatan,sekolah,prestasi,musik, yang menjadi acuan ku untuk berjalan dan mentap kedepan, pertanyaan yang dulu pun kini mampu ku jawab sendiri, bagi ku bahagia itu diamana anda mampu menggapai hingga titik teratas bersama mereka yang bersama anda dengan ketulusan, dan kesedihan itu ketika anda tidak mampu bangkit dari kegagalan itu sendiri. nikmat yang tuhan berikan kepada hambanya begitu melimpah , namun akan kah kita menyia-nyiakan begitu saja nikmat-Nya ? atau hanya menikmatinya tanpa bertermakasih ? atau malah mengubah nikmatnya menjadi pengaruh negatif ? oh sungguh keji. tak bermaksud untuk menjadi yang paling benar dan sempurna, namun itu semua merupakan pertanyaan yang muncul dalam diriku dan akan dijawab dan dicari jawaban yang paling benar oleh diriku sendiri, bagi ku itu hanya semata-mata untuk mengintropeksi diri dan membuka hati serta akal pikiran akan diri kita mengenai nikmat tuhan.